Kategori dan Tabel TER PPh 21 (A, B, C)

Panduan membaca tabel TER PPh 21: kategori A, B, dan C berdasarkan status PTKP, cara memilih lapisan tarif, hingga tarif maksimum 34%.

💼 PPh Pasal 21 Diperbarui 6 September 2026 #pph21#ter#tabel-ter

Kategori dan Tabel TER PPh 21 (A, B, C)

Sejak 1 Januari 2024, potongan PPh 21 bulanan untuk pegawai tetap tidak lagi memakai tabel tarif progresif Pasal 17, melainkan Tabel Tarif Efektif Rata-rata (TER) yang diatur dalam PMK 168/2023. Memahami cara kerja tabel ini adalah kunci menghitung sendiri potongan pajak gaji Anda.

Langkah 1: Tentukan Kategori dari Status PTKP

Status Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) pegawai menjadi penentu kategori. Statusnya ditulis dengan format dua huruf dan angka: TK (tidak kawin), K (kawin), K/I (kawin dengan penghasilan istri digabung), ditambah jumlah tanggungan.

KategoriStatus PTKP yang TercakupJumlah Lapisan
ATK/0, TK/1, TK/2, TK/3, dan K/044
BK/I/0, K/I/1, K/I/2, K/I/340
CK/II/0, K/II/1, K/II/2, K/II/341

Logika pengelompokannya sederhana: semakin besar PTKP pegawai, semakin rendah beban pajaknya, sehingga dikelompokkan ke kategori dengan tabel yang lebih ringan. Pegawai TK/0 (paling kecil PTKP-nya) dan TK/1 hingga K/0 masuk kategori A. Pegawai kawin yang penghasilannya digabung dengan istri dan punya tanggungan naik ke kategori B, lalu kategori C untuk kombinasi tanggungan yang lebih besar.

Langkah 2: Cari Lapisan Berdasarkan Penghasilan Bruto Sebulan

Setiap kategori punya satu tabel berisi puluhan lapisan rentang penghasilan bruto per bulan, masing-masing dengan satu tarif. Tidak perlu menghitung pengurang apa pun di tahap ini — cukup lihat bruto.

Sebagai ilustrasi, berikut sebagian lapisan awal tabel TER bulanan kategori A.

LapisanPenghasilan Bruto SebulanTarif TER
1Sampai dengan Rp5.400.0000%
2Di atas Rp5.400.000 – Rp5.650.0000,25%
3Di atas Rp5.650.000 – Rp5.950.0000,5%
4Di atas Rp5.950.000 – Rp6.300.0000,75%
5Di atas Rp6.300.000 – Rp6.750.0001%
6Di atas Rp6.750.000 – Rp7.500.0001,25%
7Di atas Rp7.500.000 – Rp8.550.0001,5%
8Di atas Rp8.550.000 – Rp9.650.0001,75%

Setelah Rp9.650.000 tarif naik menjadi 2%, lalu tabel berlanjut dengan lapisan-lapisan serupa hingga lapisan ke-44 di ujung teratas.

Perhatikan polanya: selisih antarlapisan makin melebar seiring naiknya penghasilan, dan tarifnya naik bertahap. Lapisan pertama sengaja dibuat 0% agar pegawai berpenghasilan kecil praktis tidak terpotong pada bulan-bulan biasa.

Langkah 3: Kalikan Tarif dengan Bruto

Rumus penerapannya memang sesederhana itu:

PPh 21 sebulan = tarif TER x penghasilan bruto sebulan

Contoh: pegawai tetap berstatus TK/0 dengan gaji bruto Rp6.000.000 per bulan jatuh di lapisan 0,75%, sehingga potongannya Rp45.000 per bulan. Pegawai K/0 dengan bruto Rp6.000.000 memakai tabel kategori A yang sama, jadi hasilnya identik — status PTKP hanya menentukan kategori, bukan lapisan.

Batas Atas: Tarif Maksimum 34%

Berbeda dari tarif Pasal 17 yang puncaknya 35%, tarif tertinggi di tabel TER adalah 34%, dan itu hanya untuk pegawai dengan bruto bulanan sangat besar di lapisan terakhir. Di sisi bawah, pegawai berpenghasilan rendah menikmati 0%. Rangkuman penuh ini membuat TER terasa lebih halus daripada lompatan tarif klasik.

Satu catatan penting: tabel bulanan hanya dipakai untuk masa pajak Januari sampai November. Pada Desember, perhitungan beralih ke rekalkulasi setahun penuh memakai tarif Pasal 17, sehingga total potongan setahun selalu cocok dengan perhitungan tahunan.

Tidak Perlu Hafal Tabel

Karena lapisannya puluhan, cara paling praktis adalah memakai alat bantu. Anda bisa mencoba kalkulator internal kami di halaman /kalkulator/pph21/ untuk langsung mendapatkan estimasi potongan bulanan sekaligus simulasi rekalkulasi Desember.

Pertanyaan Umum

Kalau status PTKP saya berubah di tengah tahun, apa yang terjadi?

Laporkan perubahan tersebut ke pemberi kerja. Kategori TER akan disesuaikan untuk masa pajak berikutnya, dan penyesuaian akhir tetap dijembatani oleh rekalkulasi Desember.

Mengapa jumlah lapisan kategori A, B, dan C berbeda?

Karena rentang bruto di tiap kategori dibagi secara berbeda agar tarifnya mengikuti profil penghasilan dan PTKP masing-masing kelompok. Yang penting: angka 44, 40, dan 41 adalah lapisan dalam satu tabel per kategori.

Apakah tabel TER juga dipakai untuk pegawai tidak tetap?

Tidak. Pegawai tidak tetap memakai tarif harian tersendiri, sementara jasa profesional memakai NPPN. Tabel TER bulanan A, B, dan C khusus untuk pegawai tetap.

Dari mana saya tahu tabel resmi yang terbaru?

Rujukannya adalah lampiran PMK 168/2023 beserta perubahannya. Selalu cek sumber resmi bila ada peraturan baru yang merevisi tarif.