Pemotongan/Setor
Penyetoran PPh Pasal 21
Tanggal 15 bulan berikutnya setelah masa pajak berakhir
SPT Masa PPh 21 sempat dihapus oleh UU HPP untuk masa pajak 2024 (cukup bukti potong), namun sejak tahun pajak 2025 kembali diberlakukan melalui Coretax dengan format baru (PMK 81/2024) — sampaikan paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya.
UU PPh Pasal 21AUU 7/2021 (HPP)
Pemotongan/Setor
Penyampaian Bukti Potong PPh 21
Tanggal 20 bulan berikutnya setelah masa pajak berakhir
Bukti potong wajib diberikan kepada pegawai/penerima penghasilan; secara teknis dilaporkan melalui sistem DJP (Coretax).
UU 7/2021 (HPP)PMK 12/PMK.03/2021
Pemotongan/Setor
Penyetoran PPh 22, 23, dan 4(2)
Tanggal 10 bulan berikutnya setelah masa pajak berakhir
UU PPh Pasal 22, 23, 4(2)
Pelaporan
SPT Masa PPh Unifikasi (4(2)/22/23/26)
Tanggal 20 bulan berikutnya setelah masa pajak berakhir
Sejak UU HPP, SPT masa untuk pemotongan/pemungutan digabung dalam satu SPT masa PPh unifikasi.
UU 7/2021 (HPP)PMK 241/PMK.03/2014 jo. PMK 242/2014
Pemotongan/Setor
Angsuran PPh Pasal 25
Tanggal 15 bulan berikutnya
UU PPh Pasal 25
PPN
Penyetoran PPN
Akhir bulan berikutnya setelah akhir masa pajak
UU PPN Pasal 16A
PPN
SPT Masa PPN
Akhir bulan berikutnya setelah akhir masa pajak
UU PPN Pasal 16A
Tahunan
SPT Tahunan PPh Orang Pribadi
Paling lambat 3 bulan setelah akhir tahun pajak (31 Maret)
Berlaku juga untuk SPT 1771 S (bentuk khusus pegawai) — dipersingkat dari 4 bulan menjadi 3 bulan sejak UU HPP.
UU PPh Pasal 12AUU 7/2021 (HPP)
Tahunan
SPT Tahunan PPh Badan
Paling lambat 4 bulan setelah akhir tahun pajak (30 April)
UU PPh Pasal 12AUU 7/2021 (HPP)
Tahunan
Penyampaian Laporan Pemenuhan Kewajiban Perpajakan (PBK)
Paling lambat 4 bulan setelah akhir tahun pajak
Wajib bagi WP yang melakukan transaksi indikatif penghindaran pajak sesuai ketentuan.
UU 7/2021 (HPP)