Salinan Naskah Resmi
Teks utuh hasil ekstraksi dokumen resmi (8 hlm) — dapat mengandung artefak kecil bawaan file asli. Substansi & analisis tulisan Pajegi ada di bagian bawah halaman ini.
Buka salinan lengkap (8 hlm)
jdih.kemenkeu.go.id MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALIN AN PERATURAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 160 TAHUN 2023 TENTANG TARIF CUKAI ETIL ALKOHOL, MINUMAN YANG MENGANDUNG ETIL ALKOHOL, DAN KONSENTRAT YANG MENGANDUNG ETIL ALKOHOL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat a. bahwa ketentuan mengenai tarif cukai etil alkohol, minuman yang mengandung etil alkohol, dan konsentrat yang mengandung etil alkohol telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 158/PMK.010/2018 tentang Tarif Cukai Etil Alkohol, Minuman yang Mengandung Etil Alkohol, dan Konsentrat yang Mengandung Etil Alkohol; b. bahwa sesuai hasil evaluasi terhadap kebijakan cukai etil alkohol, minuman yang mengandung etil alkohol, dan konsentrat yang mengandung etil alkohol, serta dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi perekonomian dan industri saat ini, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 158/PMK.010/2018 tentang Tarif Cukai Etil Alkohol, Minuman yang Mengandung Etil Alkohol, dan Konsentrat yang Mengandung Etil Alkohol perlu diganti; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, serta untuk melaksanakan ketentuan Pasal 5 ayat (5) Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Tarif Cukai Etil Alkohol, Minuman yang Mengandung Etil Alkohol, dan Konsentrat yang Mengandung Etil Alkohol; 1. Pasal 17 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3613) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 246, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6736);
— 1 of 8 —
jdih.kemenkeu.go.id Menetapkan - 2 - 3. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916); 4. Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2013 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 190); 5. Peraturan Presiden Nomor 57 Tahun 2020 tentang Kementerian Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 98); 6. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 118/PMK.01/2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 1031) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 135 Tahun 2023 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 118/PMK.01/2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 977); MEMUTUSKAN: PERATURAN MENTER! KEUANGAN TENTANG TARIF CUKAI ETIL ALKOHOL, MINUMAN YANG MENGANDUNG ETIL ALKOHOL, DAN KONSENTRAT YANG MENGANDUNG ETIL ALKOHOL. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan: 1. Etil Alkohol atau etanol yang selanjutnya disingkat EA adalah barang cair, jernih, dan tidak berwarna, merupakan senyawa organik dengan rumus kimia C2H50H, yang diperoleh baik secara peragian dan/atau penyulingan maupun secara sintesa kimiawi. 2. Minuman yang Mengandung Etil Alkohol yang selanjutnya disingkat MMEA adalah semua barang cair yang lazim disebut minuman yang mengandung etil alkohol yang dihasilkan dengan cara peragian, penyulingan, atau cara lainnya, antara lain bir, shandy, anggur, gin, whisky, dan yang sejems. 3. Konsentrat yang Mengandung Etil Alkohol yang selanjutnya disingkat KMEA adalah bahan yang mengandung etil alkohol yang digunakan sebagai bahan baku atau bahan penolong dalam pembuatan minuman yang mengandung etil alkohol. 4. Pengusaha Pabrik adalah orang yang mengusahakan pabrik. 5. Importir Barang Kena Cukai yang selanjutnya disebut Importir adalah orang yang memasukkan barang kena cukai berupa EA, MMEA, dan KMEA ke dalam daerah pa bean.
— 2 of 8 —
jdih.kemenkeu.go.id - 3 - 6. Merek adalah tulisan, angka, atau gabungan keduanya dengan cara penulisan dan pelafalan tertentu pada kemasan MMEA yang diberitahukan sebagai identitas oleh Pengusaha Pabrik atau Importir dalam rangka penetapan tarif cukai. 7. Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang keuangan negara. 8. Kantor Direktorat J enderal Bea dan Cukai yang selanjutnya disebut Kantor adalah Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai atau Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai di lingkungan Direktorat J enderal Bea dan Cukai. BAB II PENGENAAN DAN BESARAN TARIF CUKAI Pasal 2 (1) EA, MMEA, dan KMEA dikenai cukai. (2) Tarif cukai EA, MMEA, dan KMEA ditetapkan dengan menggunakan jumlah dalam rupiah untuk setiap satuan EA, MMEA, dan KMEA. (3) Besaran tarif cukai EA sebagaimana dimaksud pada ayat (2) didasarkan pada satuan volume EA. (4) Besaran tarif cukai MMEA sebagaimana dimaksud pada ayat (2) didasarkan pada: a. kandungan EA; dan b. satuan volume MMEA. (5) Besaran tarif cukai KMEA sebagaimana dimaksud pada ayat (2) didasarkan pada: a. satuan volume KMEA; atau b. satuan berat KMEA. (6) Satuan volume EA sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dihitung dalam satuan liter yang diukur pada suhu 20°C (dua puluh derajat celsius). (7) Satuan volume MMEA sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf b dan satuan volume KMEA sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf a dihitung dalam satuan liter. (8) Satuan berat KMEA sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf b dihitung dalam satuan gram. Pasal 3 (1) EA, MMEA, dan KMEA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dapat berasal dari produksi dalam negeri atau berasal dari luar negeri atau impor. (2) EA, MMEA, dan KMEA sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1) dikelompokkan dalam: a. golongan; atau b. tanpa golongan. (3) MMEA yang berasal dari produksi dalam negeri atau berasal dari luar negeri atau impor dikelompokkan dalam golongan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a. (4) EA dan KMEA yang berasal dari produksi dalam negeri atau berasal dari luar negeri atau impor dikelompokkan dalam tanpa golongan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b.
— 3 of 8 —
jdih.kemenkeu.go.id - 4 - (5) Pengelompokan MMEA dalam golongan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) meliputi: a. golongan A yaitu MMEA dengan kadar EA sampai dengan 5% (lima persen); b. golongan B yaitu MMEA dengan kadar EA lebih dari 5% (lima persen) sampai dengan 20% (dua puluh persen); dan c. golongan C yaitu MMEA dengan kadar EA lebih dari 20% (dua puluh persen) sampai dengan 55% (lima puluh lima persen). (6) Kadar EA sebagai dasar penggolongan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) merupakan kadar EA hasil pengukuran pada suhu 20°C (dua puluh derajat celsius) dan merupakan perbandingan antara volume EA dengan volume MMEA. Pasal 4 ( 1) Tarif cukai EA, MMEA, dan KMEA ditetapkan sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. (2) Besaran nilai cukai dihitung berdasarkan tarif cukai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan jumlah satuan: a. liter EA dan MMEA; dan b. liter atau gram KMEA. BAB III PENETAPAN TARIF CUKAJ Pasal 5 (1) Kepala Kantor menetapkan tarif cukai dengan menerbitkan keputusan mengenai penetapan tarif cukai. (2) Penetapan tarif cukai dengan menerbitkan keputusan mengenai penetapan tarif cukai sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1) dilakukan terhadap MMEA. (3) Penetapan tarif cukai dengan menerbitkan keputusan mengenai penetapan tarif cukai sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1) dikecualikan atas: a. EA; b. KMEA; dan c. MMEA asal impor yang mendapatkan fasilitas tidak dipungut cukai atau pembebasan cukai. Pasal 6 Kepala Kantor dapat mencabut keputusan mengenai penetapan tarif cukai MMEA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1), dalam hal: a. Pengusaha Pabrik atau Importir mengajukan permohonan pencabutan penetapan tarif cukai MMEA; b. Pengusaha Pabrik atau Importir melanggar ketentuan perdagangan Barang Kena Cukai sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri terkait perdagangan Barang Kena Cukai; c. Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC) Pengusaha Pabrik atau Importir dicabut berdasarkan alasan yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; atau
— 4 of 8 —
jdih.kemenkeu.go.id - 5 - d. terdapat keputusan hakim yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap atas terjadinya persengketaan Merek. Pasal 7 Petunjuk teknis mengenai tata cara penetapan tarif cukai MMEA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) ditetapkan oleh Direktur J enderal Bea dan Cukai. BAB IV KETENTUAN PERALIHAN Pasal 8 Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku: 1. untuk penetapan tarif cukai, berlaku ketentuan sebagai berikut: a. Kepala Kantor menetapkan kembali tarif cukai MMEA berdasarkan tarif cukai sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini; b. penetapan kembali tarif cukai MMEA sebagaimana dimaksud pada huruf a dilakukan dengan menerbitkan keputusan tanpa didahului permohonan dari Pengusaha Pabrik atau Importir; dan c. penetapan kembali tarif cukai MMEA sebagaimana dimaksud pada huruf a digunakan untuk kegiatan penyediaan pita cukai dengan tetap memperhatikan ketentuan mengenai penyediaan dan pemesanan pita cukai; dan 2. batas waktu pelekatan pita cukai desain tahun 2023 yang telah dipesan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 158/PMK.010/2018 tentang Tarif Cukai Etil Alkohol, Minuman yang Mengandung Etil Alkohol, dan Konsentrat yang Mengandung Etil Alkohol (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 1639) paling lambat tanggal 1 Februari 2024. BABV KETENTUAN PENUTUP Pasal 9 Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 158/PMK.010/2018 tentang Tarif Cukai Etil Alkohol, Minuman yang Mengandung Etil Alkohol, dan Konsentrat yang Mengandung Etil Alkohol (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 1639), dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Pasal 10 Ketentuan mengenai tarif cukai EA, MMEA, dan KMEA sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri ini, mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2024. Pasal 11 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
— 5 of 8 —
- 6 - Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 27 Desember 2023 MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, ttd. SRI MULYANI INDRAWATI Diundangkan di Jakarta pada tanggal 28 Desember 2023 DIREKTUR JENDERAL PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA, ttd. ASEP N. MULYANA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2023 NOMOR 1065 Salinan sesuai dengan aslinya, Kepala Biro Umum u.b. Plt. Kepala Bagian Administrasi Kementerian Ditandatangani secara elektronik DEWI SURIANI HASLAM jdih.kemenkeu.go.id [!] . m �� _L’j ,-,;, .:.e. ·”’ � [!] � ..:. �. ..:.Ji � -··
— 6 of 8 —
jdih.kemenkeu.go.id - 7 - LAMPI RAN PERATURAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 160 TAHUN 2023 TENTANG TARIF CUKAI ETIL ALKOHOL, MINUMAN YANG MENGANDUNG ETIL ALKOHOL, DAN KONSENTRAT YANG MENGANDUNG ETIL ALKOHOL TARIF CUKAI EA, MMEA, DAN KMEA PRODUKSI DALAM NEGERI DAN IMPOR I. ETIL ALKOHOL TARIF CUKAI (PER LITER) KADAR ETIL PRODUKSI PRODUKSI GO LONGAN ALKOHOL DALAM LUAR NEGERI/ NEGERI IMPOR Tan pa Dalam kadar Rp20.000,00 Rp20.000,00 golongan berapa pun II. MINUMAN YANG MENGANDUNG ETIL ALKOHOL TARIF CUKAI (PER LITER) KADAR ETIL PRODUKSI PRODUKSI GO LONGAN ALKOHOL DALAM LUAR NEGERI/ NEGERI IMPOR A Sampai dengan 5% Rpl6.500,00 Rpl6.500,00 (lima persen) B Lebih dari 5% (lima Rp42.500,00 Rp53.000,00 persen) sampai dengan 20% (dua puluh persen) c Lebih dari 20% (dua RplOl.000,00 Rp152.000,00 puluh persen) sampai dengan 55% (lima puluh lima persen)
— 7 of 8 —
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, ttd. SRI MULYANI INDRAWATI Salinan sesuai dengan aslinya, Kepala Biro Umum u.b. Plt. Kepala Bagian Administrasi Kementerian Ditandatangani secara elektronik DEWI SURIANI HASLAM jdih.kemenkeu.go.id - 8 - III. KONSENTRAT YANG MENGANDUNG ETIL ALKOHOL JENIS TARIF CUKAI KONSENTRAT YANG PRODUKSI PRODUKSI GO LONGAN MENGANDUNG DALAM LUAR ETIL ALKOHOL NEGERI NEGERI/IMPOR Tan pa Berbentuk cairan Rp228.000,00 Rp228.000,00 golongan per liter per liter Tan pa Berbentuk padatan Rpl.000,00 Rpl.000,00 golongan per gram per gram
— 8 of 8 —
Konteks & Latar
PMK Nomor 160 Tahun 2023 mengatur tarif dan penjualan hasil cukai atas barang yang mengandung etanol atau alkohol (EA) serta barang yang mengandung methyl alcohol atau ethyl alcohol (MMEA), membarui pengaturan tarif yang sebelumnya berjalan sejak pertengahan 2010-an. Tarif baru berlaku sejak 1 Januari 2024 dengan kenaikan pada semua golongan, dalam kerangka fungsi ganda cukai: mengendalikan konsumsi minuman beralkohol demi kesehatan dan menambah penerimaan negara.
Siapa yang Terdampak
- Produsen dan importir minuman beralkohol dengan berbagai kadar etanol.
- Industri yang memakai MMEA, dengan pembebasan tertentu untuk kepentingan industri.
- Distributor dan pengecer yang wajib memasarkan produk berpita cukai.
- Konsumen yang menanggapi kenaikan harga akibat naiknya cukai.
Isi Pokok
Golongan berdasarkan kadar etanol
Tarif disusun berjenjang mengikuti kadar etanol: golongan A untuk kadar sampai 5%, golongan B untuk kadar di atas 5% sampai 20%, dan golongan C untuk kadar di atas 20% sampai 55%. Prinsipnya semakin tinggi kadar, semakin tinggi cukai. Di samping itu ada tarif khusus etil alkohol dan kategori komposit untuk barang lain yang mengandung EA atau MMEA.
Pembedaan dalam negeri dan impor
Untuk golongan B dan golongan C, tarif barang produksi dalam negeri dibedakan dari tarif impor, dengan tarif impor lebih tinggi. EA dan golongan A dikenai tarif sama untuk keduanya.
Transisi pita cukai
Pita dengan tarif lama masih dapat ditebus dan dilekatkan dalam batas waktu tertentu, umumnya dirujuk sampai 1 Februari 2024, agar persediaan produk yang telah diproduksi sebelum tarif baru tidak terbengkalai.
Angka & Tarif Penting
Berlaku sejak 1 Januari 2024:
| Kelompok | Kadar etanol | Tarif dalam negeri | Tarif impor |
|---|---|---|---|
| EA | etil alkohol | Rp 20.000/L | Rp 20.000/L |
| MMEA golongan A | s.d. 5% | Rp 16.500/L | Rp 16.500/L |
| MMEA golongan B | 5-20% | Rp 42.500/L | Rp 53.000/L |
| MMEA golongan C | 20-55% | Rp 101.000/L | Rp 152.000/L |
| Komposit cair | - | Rp 228.000/L | Rp 228.000/L |
| Komposit padat | - | Rp 1.000/g | Rp 1.000/g |
Titik Kepatuhan
- Membayar cukai dan melengkapinya dengan pita cukai sesuai golongan sebelum barang dipasarkan.
- Importir melunasi cukai bersamaan dengan kewajiban impor di tempat pemasukan.
- Menjaga harga jual tidak di bawah batasan harga jual eceran yang dipasangkan dengan tarif.
- Memanfaatkan masa transisi pita lama sesuai batas waktu yang ditetapkan.
Hubungan dengan Peraturan Lain
Dasar objeknya adalah UU 39/2007 tentang perubahan UU Cukai, yang memperkenalkan kelompok barang EA dan MMEA sebagai objek, sebagaimana kini diubah UU 7/2021. PMK ini menempati posisi PMK 112/2015 sebagai acuan tarif EA dan MMEA. Pemungutan, pita cukai, dan harga jual eceran mengikuti kerangka umum peraturan pelaksana cukai.
Pertanyaan Umum
Minuman beralkohol kadar rendah kena berapa?
Yang berada pada kisaran kadar sampai 5% dikenai tarif golongan A Rp 16.500 per liter. Minuman dengan kadar di atas 5% masuk golongan B atau C dengan tarif lebih tinggi, dan bir umumnya berada pada kisaran golongan B.
Apakah alkohol untuk industri ikut naik?
Tarif MMEA memang naik, tetapi peruntukan kepentingan industri memiliki pengaturan pembebasan tersendiri pada rezim cukai, sehingga konsumsi industri sah tidak otomatis tertarik tarif penuh.
Identitas Peraturan
| Jenis / Nomor | PMK Nomor 160 Tahun 2023 |
| Nama pendek | PMK Tarif Cukai EA/MMEA/KMEA |
| Ditetapkan | 28 Desember 2023 |
| Mulai berlaku | 1 Januari 2024 |
| Status | Berlaku |